Pemain akademi bisa mendatangkan keuntungan, kalo di eropa ‼️#sepakbola



Otros sitios web de nuestra empresa para que los visite:En la tienda online de Camisetas de fútbol tenemos todas las camisetas de tus equipos y selecciones favoritas en tallas para adulto y niño.

41 comentarios en «Pemain akademi bisa mendatangkan keuntungan, kalo di eropa ‼️#sepakbola»

  1. Gak perlu membicarakan jual beli pemain di Liga Indonesia apalagi akademi. Liga Indonesia saja jarang terjadi transfer pemain yg sifatnya tebus kontrak atau jual beli pemain, rata-rata dari mereka kontraknya semusim kalau pun tidak mereka akan pergi jika kontraknya sudah habis dan jika terpaksanya di masa kontrak itu mereka under perform lalu harus pergi yh terjadi hanya melakukan peminjaman, bukan jual beli 😂 jadi sepakbola Indonesia sangat belum industrial, kalau acuannya ke Spanyol yg notabenenya di Eropa ya jelas tidak bisa di jadikan parameter cara berbisnis mereka

  2. Makanya gua lebih dukung program pemain keturunan. Karena mau 100 tahun pun kayaknya masih susah timnas kita bersaing di level asia apalagi dunia kalau hanya pakai pemain binaan akademi dalam negeri. Bahkan kalau boleh usul, coba pssi pakai pemain 100% keturunan aja di timnas senior. Pasti bakalan beda tuh mainnya kalau campur pemain lokal

  3. Sepak bola di indonesia itu blum menjadi industri seperti di negara2 eropa,, pengaruh utamanya adalah keterbatasan finansial,,, tim2 liga 1 aja masih banyak yang menunggak gaji pemain mereka blum bisa memanage tim dengan bagus,,, yang paling profesional di tim liga 1 ya cuma persib bandung dan bali united,,, karena management mereka yang paling mengerti tentang sepakbola,,,,, di negara2 eropa itu semua kalangan umur di sektor sepak bola bisa menghasilkan finasial karena scouting tim2 besar mengawasi mereka setiap minggu untuk melihat bakat2 pemain muda yang bisa di rekrut,,, coba kita liat di indonesia kompetisi antar usia muda aja sangat minim paling cuma piala suratin cup itupun satu tahun sekali di adakan ,,,, tim2 indonesia itu belum bisa memanfaatkan bakat pemain muda untuk menghasilkan cuan ,,, mereka lebih memilih beli pemain yang sudah jadi yang biayanya lebih besar,,,, saya belum pernah mendengar klub liga 1 beli pemain umur 15-17 tahun dari akademi terus mereka masukin di tim inti mereka lalu memainkanya sampe menjadi pemain yang konsisten terus menjualnya kembali ke tim lain dengan harga tinggi,,,, mereka terlalu mengandalkan sponsor untuk finansial mereka….di kala seponsor cabut dari tim ga ada lagi yang bisa menanggung beban tim dan akhirnya bangkrut dan jual saham keperusahaan lain ……. Saya merasa sistem pengelolaan di olahraga sepakbola indonesia ada yang salah dan salah satu cara mengubahnya ya di rombak total atau mulai dari nol lagi,,,, masa jepang aja dulu belajar management liga dari indonesia di era ISL karena di indonesia pada saat itu para klub sepak bola sudah tidak di pegang pemeritah tapi di pegang para pengusaha dan menjadikan keuangan lebih stabil dan managenet nya lebih bagus,,,, ehh palah sekarang kalah 10 langkah di bawah jepang sungguh ironi…

  4. Pemain indonesia khususnya pemain lokal sejauh ini blm bisa nunjukin perfom yang konsisten di liga lokal maupun luar, lalu gimana tim pencari bakat berminat 😅
    Generasi emas evan dimas dkk sudah selesai

  5. Ya ga bisaa donggg,udh akademi indonesia kualitas nya gitu,pemain ya pas2 juga,tp mau nilai tinggi dijual nya? Ke sesama indo lagi wkwkwkkwkw gaji pemain aja dlu pikirin gausa ke sana2 segala jauhhhh bgt kita

  6. Liga indo blm jadi industri, karena byk pihak yg berkepentingan di stakeholder sepak bola indonesia, walaupun potensi jadi industri sangatlah besar bahkan level industri sepak bola Indonesia dapat mendekati level negara-negara asia timur.

  7. itu biaya akademi apa biaya renovasi rumah pejabat ngeri kali,beda berbalik sama di Eropa,terkecuali liga nya Indonesia itu liga papan atas Asia oke lah,orang liga nya aja masih kelas Asia tenggara biayanya ngeri kali

Los comentarios están cerrados.